
​SUKAMAJU — Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan menekan risiko stunting, kader Posyandu bersama ibu-ibu PKK Desa Sukamaju menggelar pelatihan kreasi pangan lokal. Mereka mengolah hasil panen pisang desa menjadi menu bubur kaya gizi yang dikhususkan untuk ibu hamil dan balita.
​Kegiatan yang berlangsung di Sukamaju ini memanfaatkan kelimpahan pisang lokal, seperti pisang kapok dan pisang ambon. Pisang diolah menjadi Bubur Pisang Super Nutrisi dengan memadukannya bersama bahan alami seperti santan segar, tepung beras merah, serta ekstrak kacang hijau.
​Manfaat dan Kandungan Nutrisi
​Olahan bubur pisang ini dirancang bertekstur lembut dan mudah dicerna, sekaligus menyimpan beragam manfaat penting:

- ​Bagi Balita: Menjadi sumber energi alami yang cepat diserap tubuh, mendukung kesehatan pencernaan melalui serat alami, serta menunjang fungsi saraf dan otak berkat kandungan kalium dan vitamin B6.
- ​Bagi Ibu Hamil: Membantu meredakan mual (morning sickness), memberikan asupan asam folat alami untuk pertumbuhan janin, serta menjaga kestabilan tekanan darah selama masa kehamilan.
​Ketua Kader Posyandu Desa Sukamaju menyatakan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan memanfaatkan komoditas lokal agar bernilai gizi tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya besar. “Kami ingin menyajikan Pemberian Pakanan Tambahan (PMT) yang sehat, ekonomis, dan mudah dibuat sendiri oleh para ibu di rumah tanpa bergantung pada produk instan,” ujarnya.
​Antusiasme warga terlihat tinggi saat sesi demonstrasi memasak dan pembagian porsi sampel pada agenda Posyandu bulanan. Banyak ibu menyukai rasanya yang manis alami tanpa perlu penambahan gula pasir berlebih, sehingga sangat aman untuk balita yang baru memulai masa MPASI.
​Melalui gerakan ini, Pemerintah Desa Sukamaju berharap pola konsumsi gizi berbasis pangan lokal terus berkembang dan menjadi kebiasaan di setiap rumah tangga demi mencetak generasi desa yang sehat, aktif, dan bebas stunting.
