MARI BERSAMA JAGA KESEHATAN

Kualitas udara di Sumatera Selatan (Sumsel) masih mengkhawatirkan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah, bahkan kualitas udara di Kota Palembang tercatat masuk kategori Berbahaya pada Jumat (10/10/2026) pagi.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup melalui pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 06.00 WIB, Palembang mencatat angka tertinggi dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 445 µg/m⊃3; dan PM10 sebesar 683 µg/m⊃3;.

Tak hanya Palembang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih juga masuk kategori Berbahaya.

Konsentrasi PM2.5 di PALI mencapai 517 µg/m⊃3;, sedangkan Prabumulih tercatat sebesar 373 µg/m⊃3;.

Secara keseluruhan, dari sembilan wilayah di Sumsel yang terpantau, tiga wilayah masuk kategori Berbahaya, dua wilayah Sangat Tidak Sehat, tiga wilayah Tidak Sehat, dan satu wilayah Sedang.

Kabupaten Musi Rawas mencatat ISPU 234 dan Kabupaten Lahat 224. Keduanya masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Sementara itu, Musi Banyuasin mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 169 µg/m⊃3;, Ogan Ilir 165 µg/m⊃3;, dan Muara Enim memiliki ISPU 113. Ketiganya berada dalam kategori Tidak Sehat.



Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Udara Sumsel Berbahaya, ISPU Palembang Tembus 445, Kabut Asap Karhutla Masuk Rumah Warga Sesak Napas, https://palembang.tribunnews.com/metro/1331211/udara-sumsel-berbahaya-ispu-palembang-tembus-445-kabut-asap-karhutla-masuk-rumah-warga-sesak-napas.
Penulis: Arief Basuki | Editor: Welly Hadinata

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top